Wujudkan Pemulihan Mental, Mahasiswa PPL UIN Saizu Laksanakan Konseling Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Purwokerto

    Wujudkan Pemulihan Mental, Mahasiswa PPL UIN Saizu Laksanakan Konseling Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Purwokerto
    Wujudkan Pemulihan Mental, Mahasiswa PPL UIN Saizu Laksanakan Konseling Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Purwokerto

    Purwokerto – Suasana teduh menyelimuti Masjid At-Taqwa di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto pada pagi hari ini.

    20 (Dua Puluh) orang warga binaan tampak duduk melingkar, mengikuti sesi konseling kelompok yang diinisiasi oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Sabtu (31/1/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan psikologis yang dirancang khusus untuk membantu para warga binaan dalam menghadapi masa transisi dan memperbaiki kesehatan mental selama menjalani masa pembinaan.

    Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Nurul Rokhimah, menyampaikan bahwa pemilihan Masjid At-Taqwa sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Suasana religius diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi para peserta, sehingga mereka lebih terbuka dalam mencurahkan isi hati dan permasalahan yang dihadapi.

    "Kami ingin menciptakan ruang aman bagi mereka. Di sini, kami tidak hanya berperan sebagai konselor, tapi juga sebagai pendengar yang tidak menghakimi, " ujarnya. 

    Lapas Narkotika Purwokerto menyambut positif inisiatif ini. Kehadiran mahasiswa dianggap memberikan warna baru dalam program pembinaan kepribadian yang sudah ada. Sinergi antara dunia pendidikan dan Pemasyarakatan ini diharapkan dapat menekan tingkat residivisme di masa mendatang.

    Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasa lebih lega setelah mengikuti jalannya konseling tersebut. 

     "Awalnya canggung, tapi setelah mengobrol dengan teman-teman mahasiswa, beban pikiran jadi sedikit berkurang. Kami merasa masih dipedulikan oleh masyarakat di luar sana, " ungkapnya.

    Dengan adanya kolaborasi ini, Lapas Narkotika Purwokerto terus berkomitmen untuk tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi wadah rehabilitasi yang memanusiakan manusia melalui pendekatan spiritual dan edukasi.

    (Humas Elkapur)

    banyumas lapas purwokerto mahasiswa uin purwokerto
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Lapas Kelas IIA Purwokerto Laksanakan Evaluasi...

    Artikel Berikutnya

    Jalin Kebersamaan dan Sinergi, Kalapas Purwokerto...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Semarak HBP ke 62, Bapas Purwokerto gelar Tes Urin Pastikan Pegawai Nihil Narkoba
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Bapas Purwokerto Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Ikhlas Pamijen dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-82
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi

    Ikuti Kami