PURWOKERTO - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto kembali menunjukkan eksistensinya dalam program pembinaan kemandirian, Jumat (23/01/2026).
Suasana di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) tampak berbeda dari biasanya dengan adanya kegiatan panen sayuran.

Kegiatan panen kali ini memfokuskan pada dua komoditas utama, yakni tanaman kangkung dan terong. Area lahan SAE yang hijau dan terawat menjadi saksi keberhasilan program bercocok tanam yang dijalankan oleh pihak lapas.

Panen dilakukan secara langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Ilham Saputra Halilintar, staff giatja, peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta warga binaan. Kebersamaan ini menciptakan atmosfer positif di area perkebunan, di mana setiap pihak bahu-membahu mengumpulkan hasil bumi yang segar dengan total hasil panen terong sebanyak 9.3 kg dan kangkung sebanyak 24 kg.

Halilintar, menyampaikan bahwa di lahan yang serba terbatas, kami Lapas Narkotika Purwokerto bisa membuktikan keberhasilan program ketahanan pangan yang selama ini dilakukan oleh warga binaan.
"Warga binaan wajib mendapatkan dan mengikuti berbagai program pembinaan yang telah dirancang oleh pihak lapas. Salah satunya adalah pembinaan kemandirian di bidang pertanian, walaupun kita menggunakan lahan yang relatif sempit namun kita bisa membuktikan pada masyarakat di luar bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan di Lapas Narkotika Purwokerto, " ujarnya.
Panen ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa. Program ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan agrobisnis bagi warga binaan sekaligus sebagai langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan bekal keahlian bercocok tanam ini, warga binaan diharapkan memiliki modal keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat nantinya.
Pengambilan hasil panen berjalan dengan penuh antusias dan semangat. Warga binaan terlihat cekatan memetik terong yang telah matang dan mengikat kangkung-kangkung segar untuk siap didistribusikan. Raut wajah bahagia terpancar dari warga binaan, menunjukkan rasa bangga atas kerja keras mereka selama masa tanam yang akhirnya membuahkan hasil maksimal.
(Humas Elkapur)

Devira Arum