Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan panen maggot hasil pengelolaan sampah terpadu pada Sabtu (24/1/2026) pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di area Lapas Kelas IIA Purwokerto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan lapas dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Maggot yang dipanen merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, serta berperan sebagai pengurai sampah organik. Program ini menjadi solusi inovatif dalam menekan volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna dan ekonomi.

Program pengelolaan sampah terpadu ini menghasilkan berbagai produk turunan, seperti maggot, pakan ikan, kompos, dan pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Purwokerto.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen lapas dalam menciptakan kemandirian dan pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
“Pengelolaan sampah terpadu melalui budidaya maggot ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi sampah organik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung program ketahanan pangan yang berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Purwokerto, ” ujarnya.
Pada panen kali ini, maggot yang dihasilkan mencapai 97 kilogram yang selanjutnya dipasarkan ke TPST Gawa Berkah serta dijual langsung kepada masyarakat. Selain dipasarkan, sebagian maggot juga diolah menjadi pakan ikan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyumas “Sumpah Beruang” (Sulap Sampah Berupa Uang).
(Humas Lapas Purwokerto)
