Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring pembinaan kemandirian Warga Binaan di bidang UMKM berupa pembuatan batik, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan CV. Rajasa Mas Jaya Cilacap sebagai mitra pembinaan dan produksi batik.

Evaluasi dan monitoring yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dan CV. Rajasa Mas Jaya Cilacap tentang pelatihan serta produksi batik yang dikerjakan oleh Warga Binaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal dan menghasilkan produk yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Kegiatan Kerja menyampaikan rencana pengembangan pemasaran produk batik Warga Binaan melalui display di area layanan keimigrasian.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan CV. Rajasa Mas Jaya Cilacap, Ibu Amalia, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung pemasaran produk batik hasil karya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto.
Berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan oleh pihak CV. Rajasa Mas Jaya Cilacap, produk batik karya Warga Binaan dinilai telah memenuhi standar mutu dan kualitas. Selain itu, Warga Binaan juga dinilai telah menunjukkan peningkatan keterampilan, khususnya dalam proses pengecapan batik dan pembuatan batik tulis.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program pembinaan kemandirian.
“Melalui pembinaan batik ini, kami berharap Warga Binaan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi dan dapat menjadi bekal kemandirian setelah kembali ke masyarakat, ” ujarnya.
(Humas Lapas Purwokerto)
