Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus mendorong program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan produktif bernilai ekonomi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemasaran hasil karya Warga Binaan berupa sapu lidi dan sapu lakop yang dilaksanakan bekerja sama dengan CV. Pusat Handicraft.
Kegiatan pengambilan hasil karya Warga Binaan oleh pihak CV. Pusat Handicraft dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 09.40 WIB hingga selesai, bertempat di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Adapun jumlah produk yang diambil terdiri dari 1.140 batang sapu lidi dan 290 buah sapu lakop, yang merupakan hasil pembinaan kemandirian dan diselesaikan dalam waktu delapan hari.

Produk sapu lidi dan sapu lakop tersebut selanjutnya akan dipasarkan oleh CV. Pusat Handicraft sebagai bagian dari kerja sama produksi dan pemasaran hasil karya Warga Binaan. Kerja sama ini menjadi wujud nyata sinergi antara Lapas dan pihak ketiga dalam membuka akses pasar bagi produk pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Melalui pembinaan kemandirian dan kerja sama pemasaran ini, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan semangat untuk mandiri setelah selesai menjalani masa pidana, ” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial, sehingga Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan dan kepercayaan diri yang lebih baik.
(Humas Lapas Purwokerto)

Updates.