Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto melaksanakan kegiatan konseling kelompok bagi warga binaan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan tes Self Reporting Questionnaire (SRQ), Rabu (28/01/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim psikologi dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya penguatan pembinaan kepribadian, khususnya dalam aspek kesehatan mental warga binaan.

Kegiatan konseling kelompok dilaksanakan dengan pendekatan logoterapi, yang menitikberatkan pada pencarian makna dan tujuan hidup sebagai fondasi perubahan sikap dan perilaku.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan materi, dilibatkan dalam diskusi kasus, serta mengikuti sesi berbagi pengalaman hidup yang berkaitan dengan sikap menghadapi penderitaan dan nilai pembelajaran yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Yudi Suhartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga binaan memahami potensi diri serta memaknai pengalaman hidup secara lebih positif.
“Dengan adanya kegiatan konseling kelompok ini, diharapkan dapat membantu warga binaan menemukan makna hidup, sehingga mampu membangun motivasi untuk berubah dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas, ” ujarnya.
Sebagai bentuk refleksi dan komitmen pribadi, warga binaan diarahkan untuk menuliskan tujuan hidup serta rencana pasca bebas. Langkah ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar warga binaan memiliki arah dan perencanaan yang jelas setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Purwokerto menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan Pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang sadar diri, bertanggung jawab, dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.
(Humas Elkapur)

Devira Arum