Purwokerto - Dalam upaya meningkatkan keterampilan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas IIB Purwokerto menggelar kegiatan Pelatihan Kemandirian Keterampilan Barista, Jumat (30/01/2026).
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama yang baik dengan peserta magang batch II dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Pelatihan barista diawali dengan pembukaan kegiatan dan penyampaian materi oleh pemateri yang berasal dari pelaku usaha coffeeshop. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kopi, jenis-jenis biji kopi, serta perbedaan karakteristik kopi Arabika dan Robusta, baik dari segi aroma, cita rasa, maupun tingkat keasaman. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik penyimpanan biji kopi yang tepat guna menjaga kualitas bahan baku.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti oleh 15 orang warga binaan dan memiliki tujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan kompetensi kerja yang relevan dengan kebutuhan industri kopi yang terus berkembang.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Ilham Saputra Halilintar, menyampaikan melalui program pelatihan ini warga binaan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai dasar-dasar perkopian, mulai dari pengenalan jenis biji kopi, teknik pengolahan, penggunaan mesin kopi, hingga penyajian minuman kopi sesuai standar. Selain keterampilan teknis, pelatihan barista juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pelayanan kepada pelanggan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan etos kerja positif.
"Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan teori dan praktik, sehingga peserta dapat memahami proses kerja barista secara menyeluruh. Dengan pendampingan instruktur yang berkompeten, warga binaan didorong untuk aktif, kreatif, dan percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, " ujarnya.

Dengan adanya kegiatan pelatihan keterampilan barista ini diharapkan warga binaan dapat memiliki bekal keahlian yang nantinya bisa dimanfaatkan setelah masa pembinaan berakhir, baik untuk bekerja di sektor perkopian maupun merintis usaha mandiri.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen pembinaan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.
(Humas Elkapur)
