SURAKARTAS - Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengelolaan badan usaha, Pengurus dan Pengawas Koperasi Prima Bapas Kelas II Purwokerto melaksanakan kegiatan studi tiru ke Bapas Kelas I Surakarta, pada Rabu (28/1). Kegiatan yang bertempat di Ruang Serbaguna Bapas Kelas I Surakarta ini difokuskan pada pendalaman manajemen koperasi serta mekanisme aturan koperasi berbadan hukum.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi Koperasi Prima Bapas Purwokerto untuk menyerap ilmu teknis dan administratif dari Koperasi Bapas Surakarta yang dinilai telah memiliki sistem pengelolaan yang mapan. Kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan komprehensif dan diskusi interaktif antara kedua belah pihak.
Ketua Koperasi Prima Bapas Kelas II Purwokerto, Roizal Mubarok, menjelaskan bahwa pemilihan Bapas Surakarta sebagai lokasi studi tiru bukan tanpa alasan. Menurutnya, Bapas Surakarta memiliki rekam jejak yang baik dalam tata kelola koperasi yang akuntabel dan berbadan hukum jelas.
"Tujuan utama kami datang ke sini adalah untuk belajar dan melakukan amati, tiru, serta modifikasi terkait tata kelola koperasi. Kami ingin memahami secara mendalam bagaimana mekanisme teknis dan administratif dijalankan di sini, khususnya terkait status berbadan hukum yang menjadi landasan operasional yang kuat, " ujar Roizal Mubarok di sela-sela kegiatan diskusi.
Roizal menambahkan, hasil dari diskusi dan pemaparan ini tidak akan berhenti di level pengurus saja. Seluruh informasi dan pengetahuan yang didapat akan segera disosialisasikan kepada seluruh anggota Koperasi Prima Bapas Purwokerto.
"Ilmu ini adalah modal berharga. Nantinya akan kami sampaikan kepada anggota sebagai bahan masukan untuk memajukan Koperasi Prima ke depan agar lebih transparan, profitabel, dan menyejahterakan, " tegasnya.
Dalam sesi diskusi, pembahasan mengerucut pada strategi pengembangan usaha, pembukuan yang tertib, hingga mitigasi risiko dalam usaha simpan pinjam dan unit bisnis lainnya. Pihak Koperasi Bapas Surakarta selaku tuan rumah menyambut baik inisiatif ini dan secara terbuka membedah dapur pengelolaan mereka sebagai bentuk sinergi antar-UPT (Unit Pelaksana Teknis).
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Surakarta melalui perwakilan Ketua dan pengurus koperasinya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapas Purwokerto. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Bapas Kelas I Surakarta, Teguh, menyampaikan apresiasi atas kunjungan studi tiru yang dilakukan oleh Koperasi Prima Bapas Purwokerto. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai wujud semangat kolaborasi dan saling belajar antar-UPT dalam memperkuat koperasi sebagai penopang kesejahteraan pegawai.
“Kami menyambut baik kunjungan dari Koperasi Prima Bapas Purwokerto. Prinsipnya, koperasi harus dikelola secara terbuka, profesional, dan patuh terhadap regulasi. Apa yang kami miliki di sini tentu juga hasil dari proses belajar dan pembenahan yang berkelanjutan, ” ujar Teguh.
Menanggapi kegiatan ini, Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Bluri Wijaksono, selaku Pembina Koperasi Prima, memberikan dukungan penuh. Dalam pernyataan terpisahnya, Bluri menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menjalankan koperasi di era modern.
"Koperasi di lingkungan Bapas harus dikelola secara profesional, tidak bisa lagi hanya menggunakan cara-cara konvensional tanpa dasar hukum yang kuat. Studi tiru ini adalah langkah nyata komitmen kami untuk membesarkan Koperasi Prima, " ungkap Bluri Wijaksono.
Bluri berharap, pasca kegiatan ini, Pengurus dan Pengawas Koperasi Prima dapat segera mengimplementasikan poin-poin penting yang telah dipelajari.
"Saya berharap pengurus segera menyusun rencana tindak lanjut. Jadikan Koperasi Prima sebagai soko guru perekonomian pegawai yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga taat asas dan aturan hukum yang berlaku, " pungkas Bluri.

Kegiatan studi tiru ditutup dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama, menandai komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dalam pengembangan koperasi pemasyarakatan yang lebih maju.(Humas Bapas Purwokerto)

Devira Arum