PURWOKERTO – Memperkuat kualitas pelayanan dan profesionalisme petugas, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto menggelar kegiatan Sharing Session inspiratif pada Jumat (29/04/2026). Acara yang berlangsung di aula kantor ini menghadirkan deretan narasumber mumpuni yang merupakan tokoh-tokoh berpengalaman di dunia Pemasyarakatan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat kerja (transfer knowledge) serta memperluas cakrawala berpikir para pegawai dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Hadir sebagai narasumber pertama, Sri Susilarti (Kabapas Jakarta Barat periode 2022-2026), menekankan pentingnya adaptasi di era digital. Menurutnya, Bapas tidak boleh terjebak dalam rutinitas tanpa adanya terobosan baru. "Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Peningkatan kualitas SDM harus dibarengi dengan kolaborasi yang cair antara JFT (Jabatan Fungsional Tertentu) dan JFU (Jabatan Fungsional Umum). Inovasi bukan sekadar aplikasi, tapi soal bagaimana kita memecahkan masalah dengan cara yang lebih efektif, " ujar Sri Susilarti.
Pendiri sekaligus Dewan Pengawas Ipkemindo Pusat, memaparkan pencapaian korps Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Ia mengingatkan bahwa profesi PK kini telah diakui secara internasional.

Ia memaparkan bukti nyata dimana forum Pembimbing Kemasyarakatan berhasil mengundang 44 negara dengan kehadiran 576 profesional. Rion juga menekankan pentingnya penguasaan regulasi, terutama dalam menerjemahkan peran PK di dalam KUHAP. Sementara itu, Setyo Pratiwi, sosok senior yang kini aktif di Satuan Pengurus Purna Bakti Pemasyarakatan Indonesia (Paguyuban Pipas), memberikan perspektif tentang etos kerja dan persiapan masa depan. Ia menyoroti bahwa keterbatasan bukanlah tembok penghalang, melainkan peluang untuk melahirkan solusi cerdas. "Jangan biarkan sebuah tugas hanya dikuasai satu orang saja. Bagikan ilmu itu agar rekan lain bisa mem-backup saat diperlukan. Di sisi lain, persiapkan masa purna bakti dengan aktivitas positif, menabung, dan yang terpenting: jalani setiap detik pengabdian dengan rasa bahagia, " pesan Setyo Pratiwi dengan penuh kehangatan.

Menutup rangkaian kegiatan yang berjalan lancar tersebut, Kepala Bapas Purwokerto menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan poin-poin penting dari para narasumber ke dalam budaya kerja Bapas Purwokerto. "Kehadiran para senior dan tokoh seperti Pak Rion, Bu Sri, dan Bu Tiwi hari ini adalah berkah bagi kami. Saya ingin setiap pegawai menyerap semangat ini: kerja keras untuk prinsip yang kita yakini, dan selalu siap memberikan yang terbaik bagi organisasi, " pungkas Nasirudin.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Bapas Purwokerto untuk semakin solid dalam memberikan pembimbingan dan pengawasan bagi klien pemasyarakatan di wilayah Banyumas dan sekitarnya. (Humas Bapas Purwokerto)

Devira Arum