UIN SAIZU Purwokerto untuk Dunia, Cahaya Ilmu Menyapa Filipina

    UIN SAIZU Purwokerto untuk Dunia, Cahaya Ilmu Menyapa Filipina
    UIN SAIZU Purwokerto untuk Dunia, Cahaya Ilmu Menyapa Filipina

    PURWOKERTO – Kiprah akademik kembali mengharumkan nama bangsa. Dosen Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dipercaya menjadi pembicara internasional dalam forum Graduate Research Appreciation and Professional Development Workshop yang digelar Davao del Sur State College, Filipina, Sabtu (14/02/2026). 

    Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, mempertemukan akademisi lintas negara dalam satu ruang kolaborasi ilmiah yang produktif dan inspiratif.

    Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., saat dikonfirmasi awak media, Senin (16/02/2026), menegaskan bahwa kepercayaan internasional tersebut merupakan bukti kualitas dan daya saing dosen UIN Saizu di tingkat global.

    “Kami bersyukur dan bangga. Keterlibatan dosen kami sebagai invited speaker di forum internasional adalah bagian dari komitmen institusi dalam memperluas jejaring akademik global serta memperkuat reputasi kelembagaan, ” tegas Prof. Ridwan.

    “Ini bukan sekadar partisipasi simbolik, tetapi kontribusi ilmiah yang membawa nama baik kampus dan bangsa di panggung dunia, ” imbuhnya.

    Dalam forum tersebut, Muhammad ‘Azmi Nuha tampil sebagai pembicara internasional secara daring, sementara pembicara lokal seperti Rogelio P. Bayod hadir langsung di kampus penyelenggara. 

    Selama kurang lebih empat jam, sesi berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam mengenai teknik dan strategi menulis artikel ilmiah agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi, khususnya yang terindeks Scopus dan Web of Science.

    Prof. Ridwan menjelaskan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan penguatan kapasitas riset, terutama bagi akademisi muda.

    “Beliau menekankan pentingnya ketepatan memilih jurnal, memahami scope dan standar kualitas publikasi, menjaga kebaruan riset, serta memastikan metodologi yang kuat dan terukur. Publikasi internasional bukan hanya tentang kemampuan menulis, tetapi tentang membaca tren riset global dan membangun kolaborasi lintas negara, ” jelasnya.

    Diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait proses peer review, revisi naskah, hingga etika publikasi ilmiah. 

    Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan kualitas riset sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antarnegara.

    Diakhir komunikasi, Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali tegaskan Komitmen Global, Dosen Tadris Matematika Jadi Invited Speaker di Filipina, sangat kami syukuri dan dapat menyemangati yang lain.

    Menurut Prof. Ridwan, partisipasi ini merupakan bagian dari langkah strategis UIN Saizu dalam memperkuat budaya riset berkelanjutan dan profesionalisme dosen.

    “Momentum ini menegaskan eksistensi UIN Saizu dalam percaturan akademik internasional. Kami terus mendorong sivitas akademika untuk menghadirkan karya ilmiah yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Dari Purwokerto, kita menatap dunia, dari kampus, kita menyalakan cahaya ilmu, UIN SAIZU Purwokerto "Kampus Desa Mendunia, " pungkasnya.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas uin saizu purwokerto kampus purwokerto filipina
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Bapas Purwokerto Ikuti Apel dan Deklarasi...

    Artikel Berikutnya

    Rektor UIN SAIZU Purwokerto Komitmen Institusinya...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Semarak HBP ke 62, Bapas Purwokerto gelar Tes Urin Pastikan Pegawai Nihil Narkoba
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Bapas Purwokerto Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Ikhlas Pamijen dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-82
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi

    Ikuti Kami