Puisi UIN Saizu Purwokerto  Mendunia, Diplomasi Sastra Menggema hingga Korea

    Puisi UIN Saizu Purwokerto  Mendunia, Diplomasi Sastra Menggema hingga Korea
    Puisi UIN Saizu Purwokerto  Mendunia, Diplomasi Sastra Menggema hingga Korea

    PURWOKERTO - Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., mengonfirmasi capaian membanggakan civitas akademika kampusnya saat dihubungi awak media pada Sabtu sore (14/02/2026).

    Ia menyampaikan apresiasi atas terbitnya puisi dosen dan mahasiswa dalam majalah sastra bergengsi Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya dan sastra Indonesia di level internasional.

    Menurut Prof. Ridwan, publikasi tersebut terwujud melalui kolaborasi antara Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura) dengan Dewan Kesenian Provinsi Goyang, Korea Selatan. 

    Karya-karya sivitas akademika diterbitkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Korea, pada majalah sastra 작가 연대 (Jagga Yeondae/Solidaritas Penulis) edisi 2025 Vol.019.

    “Ini bukan sekadar publikasi karya, tetapi langkah strategis memperkuat diplomasi sastra Indonesia di panggung global, ” tegasnya.

    Ia menambahkan, capaian ini menunjukkan bahwa tradisi akademik di UIN Saizu Purwokerto  tidak hanya bertumpu pada kajian ilmiah, tetapi juga pada kekuatan narasi, estetika, dan spiritualitas.

    “Kami bersyukur, karya dosen dan mahasiswa mampu menembus ruang budaya internasional. Ini bukti bahwa sastra adalah jembatan peradaban, ” ujarnya.

    Salah satu karya yang dimuat adalah puisi Ketua LK Nura, Prof. Abdul Wachid B.S., berjudul “사랑인 수변水邊의 사랑 노래” atau “Lagu Cinta di Tepi Sarangan”.

    Puisi tersebut merefleksikan ayat-ayat kauniyah, tanda-tanda kebesaran Allah SWT di alam semesta, dengan Telaga Sarangan sebagai simbol cinta illahiah. 

    “Puisi itu adalah tafsir rasa atas ciptaan-NYA. Betapa Allah SWT  menghadirkan telaga dengan Lagu Cinta-NYA, ” ungkap Abdul Wachid dalam keterangan terpisah.

    Selain Prof. Abdul Wachid, karya Bayu Suta Wardianto (Dosen Luar Biasa), Umi Kulsum binti Jaenudin, Suci Wulandari, dan Tania Rahayu turut menghiasi edisi tersebut. Rektor menegaskan, ke depan kampus akan terus mendorong kolaborasi lintas negara sebagai bagian dari visi internasionalisasi. 

    “Kami ingin sastra menjadi cahaya yang menyinari relasi antarbangsa, lembut, religius, namun berdampak luas, ” pungkas Prof. Ridwan.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas uin saizu purwokerto kampus uin saizu purwokerto puisi
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Lapas Purwokerto Sosialisasikan Layanan...

    Artikel Berikutnya

    Lapas Purwokerto Gelar Rapat Persiapan Layanan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Semarak HBP ke 62, Bapas Purwokerto gelar Tes Urin Pastikan Pegawai Nihil Narkoba
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Bapas Purwokerto Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Ikhlas Pamijen dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-82
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi

    Ikuti Kami